Recent Posts

Recent Comments

FAJRI 99.3 FM


Tinggal Click

Jualan Buku Tanpa Modal

Sudah Gratis, Tok Cer lagi

smadav antivirus indonesia

Ketika Raja Faisal menghentikan pasokan minyak dan mengembargo barat pada Oktober 1973, lahirlah perkataan yang terkenal dan mengguncang dunia itu, “Kita dan pendahulu kita pernah hidup dan selamat dengan hanya mengandalkan kurma dan susu, maka kita akan kembali seperti dulu dan pasti akan tetap bisa hidup.”

Pada hari itu juga, Henry Kissinger –Menteri Luar Negeri AS– langsung mengunjungi Raja Faisal. Tujuannya hanya satu: berusaha menego agar Raja Faisal mau menarik keputusannya. Henry Kissinger menceritakan dalam catatannya, bahwa ketika dia menemui Raja Faisal di Jeddah, kondisinya tampak seperti dalam keadaan bersedih, dia pun membuat "lelucon" dan mengatakan kepada Raja Faisal, “Pesawat saya sedang kehabisan bahan bakar, jadi mungkinkah yang mulia memberikan perintah untuk memenuhinya dengan bahan bakar dan kami siap membayarnya dengan harga international?”

Hehehe... kalau ada presiden yang gila harta ditawari "lelucon" seperti itu, sangat mungkin jawabannya, "Oh begitu, Anda kehabisa bahan bakar ya, bolehlah nanti saya isikan, asalkan janji ya, bayarnya dobel..." Tapi, tidak dengan Raja Saudi yang satu ini. Sediktipun beliau tidak tertarik dengan "lelucon murahan" Kisinger tersebut, ada hal yang lebih beliau inginkan dari sekedar uang semata yang tak bisa dibawa ketika raga sudah tak bernyawa. Apa? Jawabannya masih dalam catatan Kissinger tersebut, Kisingger menceritakan, setelah mendengar "lelucon" tersebut, tidak secuil pun senyuman yang lahir dari wajah Raja Faisal, dan malah mengangkat kepala sambil menatap wajahnya dengan dingin dan berkata kepada dirinya , “Saya adalah seorang lelaki tua yang bercita-cita bisa beribadah di al-Aqsa sebelum saya meninggal, jadi, maukah Anda membantu mewujudkan cita-cita saya tersebut...?

0 komentar

Post a Comment

Pengikut Seiman

Pesan Tulisan


ShoutMix chat widget